Bertemu Makhluk Luar Angkasa

Apakah manusia tidak cukup cerdas untuk bertemu Makhluk Luar Angkasa ? Apakah kita siap untuk pertemuan itu ? Dan apakah manusia sudah memiliki kemampuan dan technology yang cukup untuk bersaing dengan mereka di jagad raya ?

Jawabannya adalah tidak, menurut sebuah studi baru yang dilakukan oleh seorang psikolog khusus syaraf asal Spanyol, yang menemukan bahwa manusia tidak cukup cerdas dan terlalu dipengaruhi agama, yang semestinya semakin menguatkan mereka untuk meyakini keberadaan sang pencipta. 

Untuk dapat menghadapi kontak semacam itu. Studi tersebut, yang diterbitkan dalam Acta Astronautica, dilakukan oleh Gabriel G. de la Torre, seorang profesor Departemen Psikologi di University of Cádiz di Spanyol, yang juga bekerja dalam proyek-proyek untuk Badan Antariksa Eropa dan Yayasan Sains Eropa. Untuk studinya, de la Torre menganalisa implikasi-implikasi sosiologis dan etis dari kemungkinan interaksi manusia-makhluk luar angkasa (ET). 

Untuk bisa bertemu dengan mereka bagi mereka yang patuh dan taat serta mengerti akan kekuasaan dan pengetahuan yang diturunkan oleh tuhan mereka kehadiran makhluk asing dan  teori tentang makhluk asing semestinya menambah keyakinan dan kemauan serta niat mereka untuk menjunjung tinggi kitab suci dan kepercayaan mereka.

Sedang bagi ilmu pengetahuan dan technology rangkaian kejadian itu akan membuat mereka memaksimalkan segala sesuatu yang telah mereka miliki , tengah mereka miliki dan akan mereka miliki yang sebenarnya adalah merupakan karunia dari tuhan mereka.

No comments:

Post a Comment