Emosi berasal dari perkataan emotus atau emovere, yang artinya mencerca “to strip up”, yaitu sesuatu yang mendorong terhadap sesuatu. Kecerdasan emosional (bahasa Inggris: emotional quotient, disingkat EQ) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. Dalam hal ini, emosi mengacu pada perasaan terhadap informasi akan suatu hubungan.
Menurut sejumlah hasil penelitian, kecerdasan emosional memiliki peran
yang jauh lebih signifikan dibanding kecerdasan intelektual (IQ).
Terbukti banyak orang yang memiliki kecerdasan intelektual tinggi,
kemudian terpuruk ditengah-tengah persaingan. Sebaliknya, banyak yang
mempunyai kecerdasan intelektual biasa-biasa saja, justru sukses dalam
pekerjaannya. Disinilah kecerdasan emosi (EQ) membuktikan eksistensinya.
Saat ini berkembang pandangan tentang kecerdasan lain yang lebih luas dari konsep baku IQ yaitu kecerdasan antar pribadi yang lebih menekankan pada pemahaman tentang perasaan, dan mengakui betapa pentingnya kemampuan emosional dan komunikasi.
Prestasi akademik yang tinggi, predikat juara, ternyata tidak cukup mampu memberikan bekal untuk dapat merespon berbagai gejolak, kesulitan-kesulitan, dan berbagai dinamika kehidupan lingkungan yang sangat dinamis. Goleman, 2000 menggambarkan ciri-ciri kecerdasan emosional yang terdapat pada diri seseorang adalah berupa:
Saat ini berkembang pandangan tentang kecerdasan lain yang lebih luas dari konsep baku IQ yaitu kecerdasan antar pribadi yang lebih menekankan pada pemahaman tentang perasaan, dan mengakui betapa pentingnya kemampuan emosional dan komunikasi.
Prestasi akademik yang tinggi, predikat juara, ternyata tidak cukup mampu memberikan bekal untuk dapat merespon berbagai gejolak, kesulitan-kesulitan, dan berbagai dinamika kehidupan lingkungan yang sangat dinamis. Goleman, 2000 menggambarkan ciri-ciri kecerdasan emosional yang terdapat pada diri seseorang adalah berupa:
- Kemampuan memotivasi diri sendiri,
- Ketahanan menghadapi frustasi,
- Kemampuan mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih-lebihkan kesenangan,
- Kemampuan menjaga suasana hati dan menjaga agar beban stres tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, berempati dan berdoa.

No comments:
Post a Comment