Kecerdasan Intelektual

Masyarakat umumnya mengenal intelektual sebagai suatu kemampuan yang dimiliki oleh seseorang yang menggambarkan kecerdasan, kepintaran, ataupun langkah langkah untuk memecahkan problem yang dihadapi bahkan mencari solusi atas suatu kecerdasan yang tengah dan telah dimiliki oleh seseorang.

Gambaran tentang seseorang yang berintelektual tinggi adalah lukisan mengenai mereka yang pintar, selalu berhasil dalam setiap kesulitan, memperoleh nasib baik, atau mereka yang jempolan dalam beberapa hal atau atau bintang dari setiap segala sesuatu yang dihadapi oleh seseorang.

Bahkan gambaran kemudian hal ini meluas pada citra fisik, yaitu sosok makhluk atau manusia yang wajahnya bersih / berseri, berpakaian rapi, matanya bersinar atau berkaca mata. Sebaliknya, mereka yang berintelektual rendah memiliki sosok seseorang yang lambat berfikir, sulit memahami pelajaran prestasi belajar rendah, dan pendiam dan pemurung serta mengucilkan diri dari pergaulan disertai tatapan mata kebingungan.

Kecerdasan intelektual (intelligence quotient) adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar.

Pendapat orang awam, seperti dipaparkan ini meskipun tidak memberikan arti yang jelas tentang intelektual, namun secara umum tidak jauh berbeda dari makna intelektual yang dikemukakan oleh para ahli. Kecerdasan intelektual atau IQ mula-mula diperkenalkan oleh Alfred Binet, ahli psikologi dari Perancis pada awal abad ke – 20 yang selanjutnya muncul beberapa ahli yang memberikan atau memetakan kecerdasan sebagai berikut :

Sorenson (1977)
Kecerdasan interlektual (IQ) adalah kemampuan untuk berpikir abstrak, belajar merespon, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan.
Stern (1953)
Kecerdasan intelektual (IQ) adalah daya menyesuaikan diri dengan  keadaan baru dengan menggunakan alat-alat berpikir menurut tujuannya.
Thorndike
“Intelegence is demonstrable in ability of the individual to make good responses from the stand point of truch of fact“. Orang dianggap memiliki kecerdasan intelektual apabila responnya merupakan respon yang baik atau sesuai terhadap stimulus yang diterimanya.
Freeman (1959)
Kecerdasan intelektual dipandang sebagai capacity to integrate experiences, capacity to learn, capacity to perform tasks regarded by psychologist as intellectual and capacity to carry on abstract thinking. Orang yang memiliki kecerdasana intelektual  adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menyatukan pengalaman-pengalaman, kemampuan untuk belajar dengan lebih baik, kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sulit dengan memperhatikan aspek psikologis dan intelektual dan kemampuan untuk berpikir abstrak.

No comments:

Post a Comment